Dalam Yesus Torang Basudara

Los Angeles, 6 Agustus 2016

Maesa-esaan, meleo-leosan, masawa-sawangan, matombo-tombolan, dan si tou timou tumou tou adalah beberapa kata yang dirangkai oleh penulis lagu ‘Dalam Yesus Torang Basudara’, Rocky Lumanauw dalam album terbarunya di tahun 2016.

Dalam Yesus Torang Basudara

Marijo samua torang anak Tuhan

hidup dalam kasih, hidup dalam damai

Nyanda baku iri, nyanda baku marah

karena dalam Yesus torang basudara

Ref:

Maelo-leosan, masawa-sawangan,

baku-baku bae, baku-baku bantu

Meimo matombo-tombolan,

baku-baku tongka,

karena dalam Yesus torang basudara

Maesa-esaan jangang torang lupa,

si tou timou tumou tou jangan cuma di mulu

Magena-genangan, baku kase inga,

karena torang samua Tuhan pe ciptaan

Ref:

Maelo-leosan, masawa-sawangan,

baku-baku bae, baku-baku bantu

Meimo matombo-tombolan, baku-baku tongka,

karena torang samua Tuhan pe citptaan

karena dalam Yesus torang basudara

Tidak jelas apa motivasi Rocky Lumanauw menciptakan lagu ini dengan lirik yang didominasi oleh slogan-slogan yang bernuansa religius kedaerahan. Tetapi, sebagai orang Minahasa, pasti dapat memahami makna penggunaan kata-kata yang dimaksud. Maesa-esaan sebuah slogan yang mengajak agar orang Minahasa saling membina persatuan. Maleo-leosan agar saling mengasihi satu dengan yang lain. Masawa-sawangan agar saling membantu dalam segala hal. Matombo-tombolan agar saling menopang. Si tou timou tumou tou, adalah falsafah hidup yang tidak lain berarti secara harafiah bahwa manusia lahir dan hidup untuk menghidupi manusia. 

Ketika masyarakat Minahasa masih hidup di awal era Toar Lumimuut, dapat dimengerti bahwa slogan maesa-esaan atau bersatu bagi suku Minahasa, demikian juga slogan-slogan yang lain, sangat perlu ditumbuhkan. Kendati demikian, slogan-slogan ini selalu disampai-sampaikan pada setiap even kedaerahan Minahasa sampai sekarang. Yang menjadi pertanyaan; mengapa slogan-slogan ini masih tetap didengung-dengungkan? Apakah slogan-slogan ini didengung-dengungkan oleh karena pada kenyataannya bahwa yang terjadi adalah perpecahan, saling menjegal dan hal-hal lain yang bersifat negatif? 

Menyimak lebih dalam akan lagu pelantun musik country ini dalam bagian lirik ‘maesa-esaan jangang torang lupa, si tou timou tumou tou jangan cuma di mulu’; rupanya, Rocky Lumanauw, menyadari benar akan ironisnya slogan-slogan ini. Sering kali slogan-slogan ini didengungkan hanyalah sebagai pernyataan-pernyataan kosong, artinya tidak membawa makna apa-apa dalam hidup nyata? 

Oleh karenanya, Rocky Lumanauw yang berdarah Tondano ini, sebagai orang yang hidupnya bergantung pada pemeliharaan Tuhan Yesus, merasa terpanggil untuk mengangkat terus nilai-nilai luhur orang Minahasa dalam lagu ‘Dalam Yesus Torang Basudara’, sehingga slogan-slogan ini diharapkan menjadi nyata dalam hidup orang Minahasa khususnya dan umat manusia pada umumnya, semoga. fm/americaindo.com

Sanggar Kesenian Manado Ramaikan

Acara Judika in Concert di America

Written By Admin Jurnal Manado on Friday, November 13, 2015 | 11:17 PM

Welly : Warga America Ingin Belajar Adat Sulawesi Utara 

Jurnal Los Angeles - Sanggar Kesenian Manado dengan team penari Maengketnya tampil penuh semangat dan ikut meramaikan Judika in concert di Los Angeles pada tanggal 8 November lalu. Acara konser ini di buat dalam rangka Hari Ulang Tahun Organisasi kesukuan Paguyuban Jawa Plus yang ke 6. Banyak tari tarian dari berbagai daerah yang tampil dan juga fashion show dan acara lawak yang dibawakan oleh masyarakat Indonesia setempat yang mempunyai bakat. Tarian Maengket tampil pertama sebagai pembuka acara JUDIKA in Concert. Sebagai pembuka acara tentunya harus tampil wah untuk dapat menyemarakkan acara ini. Dengan penuh percaya diri para penari maengket yang merupakan warga kawanua di Amerika sukses menghadirkan hiburan bagi warga Indonesia yang hadir. Hal menarik adalah ini merupakan kali pertama Sanggar Kesenian Manado California menampilkan tari tarian semenjak dideklarasikan pada tanggal 27 September 2015. Sesuai dengan salah satu Misi dari Sanggar Kesenian Manado (SKM) ini yaitu “Melestarikan dan memperkenalkan seni dan budaya manado ke generasi kedua dan seterusnya di California USA”, maka para ibu - ibu yang sudah cukup berpengalaman melatih Kapel Baru yakni Ibu Christine Maramis sebagai langkah regenerasi. Salah satu ibu mengatakan, bahwa sudah waktunya yang senior menurunkan ilmu ilmunya ke generasi muda karena mereka yang akan meneruskan ke generasi berikutnya. “bukan saja generasi muda orang Indonesia tetapi mungkin saja orang orang Amerika yang mau belajar budaya kita khususnya dari Manado juga dapat kita latih dan kita mentor generasi muda tersebut, awalnya Kapel yang kita latih kedepan akan dilatih anak anak muda kita menjadi sebuah group Maengket, ungkap Ketua SKM Bpk Welly Rey.

Ditambahkan Oscar Matulessya seorang warga Indonesia yang hadir bahwa kesenian asal Indonesia sangat digemari di Amerika seperti yang terlihat pada kesenian Jawa yang tampil pada malam itu hampir 80% yang main gamelan adalah orang Amerika. Menurut kami itu prestasi yang sangat luar biasa karena mereka bukan saja memperkenalkan budaya tetapi mengajak untuk ikut bergabung, tambah Oscar yang beristrikan warga Manado ini. Sementara itu Hence Karamoy seorang budayawan muda mengatakan berbagai terobosan yang dilakukan SKM ini patut diacungi jempol dimana mereka dapat terus berkreasi dan membuktikan Sanggar Kesenian Manado di Amerika ini tetap eksis. Sementara itu ketua pelaksana acara Judika in Concert Muazam Widjaya mengucapkan banyak terima kasih kepada Sanggar Kesenian Manado yang sudah ikut meramaikan acara malam itu. Acara dihadiri kurang lebih seribu orang, meriah dan sukses. Tentunya penampilan bintang utamalah yang dinanti nantikan warga yang memenuhi lokasi konser ini. Tampilnya Judika seperti biasanya sangat spektakuler dan menghibur dengan menyanyikan lagu lagunya sekaligus berinteraksi dengan masyarakat setempat. Acara ini dihadiri oleh Konsul Jenderal Los Angeles Bpk Umar Hadi, para undangan warga asing dan tentunya warga Indonesia.(*/man)

Share this article :

0